Apa arti "ekowisata" bagi kami?
Kata ekowisata digunakan di seluruh dunia dalam berbagai pengertian. Kadang-kadang dengan cara yang benar, tetapi lebih sering tidak...
Kami menemukan bahwa ekowisata bukan hanya pariwisata yang berlangsung di lingkungan alami, tetapi juga menghormati lingkungan yang kita masuki. Bisa berupa hutan atau lautan, tetapi juga masyarakat lokal atau desa tradisional. Setiap tempat baru yang kita kunjungi harus dipahami melalui pengetahuan lokal dan dihormati bahkan sebelum kita menginjakkan kaki di sana. Semua kegiatan dalam tur kami dipilih dengan mempertimbangkan nilai-nilai ini. Kami menghormati dan mengetahui tempat-tempat yang kami kunjungi dan terlebih lagi, kami hanya meninggalkan jejak kaki. Kami tidak membuat sampah tambahan dan tentu saja tidak meninggalkannya di tempat yang kami kunjungi. Kami percaya bahwa ini harus menjadi cara baru dalam berwisata untuk membantu memerangi polusi plastik global dan menciptakan perjalanan yang lebih berkelanjutan. Sektor pariwisata adalah pencemar plastik utama dan ini adalah cara sederhana kami untuk melakukan sesuatu dari sisi kami.


Mengapa plastik berbahaya?
Plastik berbahaya bagi semua makhluk hidup di planet ini, oleh karena itu kita harus mulai bertindak dan mengubah cara manusia (salah) menggunakan plastik. Di Indonesia, hampir tidak ada peraturan yang mengatur tentang menghindari atau mendaur ulang plastik, jadi kita perlu mengambil tindakan sendiri. Dengan nilai-nilai ini, kami ingin membuat perjalanan menjadi lebih ramah lingkungan dan juga memotivasi masyarakat lokal untuk tidak memberikan plastik kepada wisatawan.
Jadi, bagaimana kita membuat pengalaman kita lebih berkelanjutan?
- Meminimalkan limbah (hindari pengemasan, gunakan kemasan makanan yang dapat digunakan kembali):
- Hindari hotel dengan polusi plastik (botol plastik dan fasilitas lain yang tidak kami minta).
- Menyediakan air minum dari botol besar yang dapat didaur ulang (20L). Kami selalu meminta tamu untuk membawa botol isi ulang sendiri.
- Hindari alat makan plastik, sedotan, dan potensi sampah lainnya di restoran & kafe.
- Kami selalu membawa wadah makanan sendiri untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang perlu dibeli dan kami perlu menghindari plastik yang diberikan penjual.
- Kami mendukung dan bekerja sama dengan organisasi yang memerangi polusi plastik secara lokal.
- Mengedukasi para tamu tentang lingkungan melalui kegiatan kami:
- Kami menginformasikan kepada para tamu tentang situasi sampah di Indonesia dan menjelaskan bagaimana mereka dapat mengurangi sampah.
- Berkolaborasi dengan LSM lokal yang aktif dalam konservasi alam, pengelolaan limbah, dan aksi kemanusiaan:
- SwaraOwa (konservasi primata)
- Gardu Action (aksi kemanusiaan)
- SokoIndigo (komunitas pewarna alami tekstil)
- Jatimulyo & Purwosari (konservasi burung)
- Gunakan transportasi umum jika memungkinkan:
- Kami naik kereta kapan pun kami bisa. Kereta api di Jawa sangat nyaman dan merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang memiliki jaringan kereta api yang baik.
- Bekerja sama dengan mitra lokal, termasuk pemandu wisata, restoran, layanan katering, penginapan, layanan transportasi::
- Kami menggunakan mitra lokal dan kami menjembatani antara layanan mereka dengan harapan para tamu.
- Memperkenalkan kearifan lokal yang dulunya merupakan prinsip hidup selaras dengan alam:
- Tawarkan kegiatan yang benar-benar mendalami sejarah tempat di mana beberapa kearifan lokal benar-benar terisolasi dan tidak tersebar luas lagi.
- Hindari wisata massal dan fokuslah pada "permata tersembunyi"
- kami mencoba untuk menjauh dari jalur turis sebisa mungkin. Tentu saja, hal ini tidak selalu memungkinkan, tetapi ketika kami bergabung dengan kegiatan wisata, kami membuatnya istimewa dan tak terlupakan bagi Anda.